Susah Tidur? Delapan Hal Inilah Penyebabnya

Standar

Ketika gangguan tidur terjadi lebih dari satu bulan, ada baiknya Anda mulai memerhatikan sejumlah faktor pemicu. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin saja menyebabkan Anda menjadi ‘manusia kelelawar’ belakangan ini.

Sakit
Dalam satu studi terungkap bahwa dari sekitar 15 persen orang yang menderita penyakit kronis, setidaknya dua per tiga dari mereka dilaporkan mengalami kesulitan tidur. Sakit punggung, sakit kepala, dan masalah pada persendian menjadi penyebab utama sulit tidur.

Stres dan masalah mental
Insomnia adalah paduan dari gejala dan akibat dari depresi dan kegelisahan. Karena otak menggunakan ‘sinyal’ serupa untuk mengatur jadwal tidur dan emosi, sangat sulit untuk menentukan mana yang harus dimunculkan lebih dulu. Situasi atau kejadian yang membuat stres, seperti masalah uang atau perkawinan, sangat ampuh untuk memicu insomnia. Bahkan, bisa jadi masalah ini akan berkepanjangan.

Mengorok
Dalam sejumlah kasus, mengorok merupakan gejala dari sleep apnea, kelainan yang dikaitkan dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Jet lag
Melintasi zona waktu bisa mengacaukan jam biologis ini. Jam inilah yang memerintahkan otak Anda tidur ketika gelap dan terbangun saat terang. Tubuh Anda baru dapat menyesuaikan dengan satu perubahan dalam tiga hari. Bila Anda kerap melintasi berbagai zona waktu, jet lag dapat menyebabkan masalah tidur.

Perubahan jam kerja
Jam kerja yang berlawanan dengan jam tidur normal. Orang yang kerap berpindah jam kerja mengalami penurunan level serotonin, hormon dan saraf pengirim yang terdapat dalam sistem saraf pusat yang membantu mengatur tidur.

Perubahan hormon
Menstruasi, menopause, dan kehamilan merupakan sumber utama masalah tidur pada perempuan. Ruam panas, masalah payudara, atau sering buang air kecil juga mengganggu pola tidur teratur. Menurut sebuah lembaga yang menangani masalah tidur, sekitar 40 persen yang mengalami masa transisi menjelang menopause kerap mengalami masalah tidur.

Masalah kesehatan
Kesulitan tidur juga dapat terkait dengan kondisi medis. Dengan penyakit paru-paru atau asma, misalnya, sesak napas dan bersin tentu saja bisa mengganggu tidur. Apalagi, bila ini terjadi saat dini hari. Bila Anda mengalami penyakit jantung, bisa saja Anda punya pola bernapas yang tidak normal. Parkinson dan penyakit saraf lain juga mencuatkan insomnia sebagai efek samping.

Obat-obatan
Obat, yang bebas atau dengan resep dokter, bisa mengganggu pola tidur. Terlebih bila Anda mengonsumsinya menjelang waktu tidur atau dosisnya berlebihan.

sumber : http://id.she.yahoo.com/susah-tidur-delapan-hal-inilah-penyebabnya-1-070029486.html

Iklan

Hepatitis C Lebih Mematikan dari HIV AIDS

Standar

Washington (AFP/ANTARA) – Pada tahun 2007 ditemukan bahwa, penyakit hepatitis C justru lebih banyak menyebabkan kematian warga Amerika Serikat, dibandingkan dengan yang disebabkan oleh AIDS, ujar petugas kesehatan AS pada pekan ini.

Ada lebih dari 15.000 orang yang meninggal akibat terkena hepatitis C pada tahun 2007. Angka itu lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit HIV, yang sebesar 12.734., seperti yang ditunjukkan dalam data Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine.

Sebelum tahun 2007, manusia yang terjangkit virus HIV (yang menyerang sistem imun), memang lebih banyak yang meninggal daripada yang terkena penyakit hepatitis C, penyakit itu seringkali tidak menimbulkan gejala, dan bisa menjangkit melalui suntikan para pengguna obat-obatan, atau menjangkit orang yang melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan pasangannya yang terkena hepatitis C.

Sekitar 1,5 persen warga AS, telah terinfeksi hepatitis C. Dan itu merupakan salah satu penyebab umum kerusakan hati di AS saat ini, seperti yang dilaporkan US National Library of Medicine.

Penyakit tersebut dapat menyebabkan sirosis hati (penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya) dan kanker hati.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya, misalnya: memberikan suntikan pegylated interferon alfa per-pekan, dan mengkonsumsi kapsul Ribavarin dua kali sehari. Namun, hingga kini belum ditemukan vaksin yang bisa mencegah hepatitis C.

Para peneliti mengatakan bahwa, perubahan angka kematian tersebut sebagian besar disebabkan oleh kesuksesan pengobatan penyakit HIV.

“Penurunan angka kematian yang disebabkan oleh infeksi HIV pada beberapa dekade yang lalu, merefleksikan dilakukannya ketersediaan dan pemanfaatan terapi yang efektif, sebagaimana keefektifan pelaksanaan program nasional, untuk mencegah dan menanggulanginya,” kata studi tersebut.

“Pendekatan pengobatan yang serupa dengan HBV dan HCV, mungkin bisa menyebabkan pengurangan yang serupa dalam jumlah kematian dari virus hepatitis dari waktu ke waktu.” (ai/ml)

sumber : http://id.berita.yahoo.com/hepatitis-c-lebih-mematikan-dari-hiv-aids-101229516.html

Kota-kota Hantu di Jepang

Standar

sudah hampir satu tahun setelah tsunami di Jepang dan adanya ancaman radiasi nuklir di Fukushima terjadi, kota-kota dalam radius 12 mil (19,3 km) dari reaktor nuklir tersebut tetap kosong. sekarang sisa-sisa permukiman dan kehidupan, seperti sepeda dan kursi roda, tersebar di Tomioka, Futaba, Okuma, dan Namie.

berikut gambar nya :

Empty shopping street is seen …

An abandoned child's bicycle …

An empty shopping street is …

A fishing boat and a car swept …

A view of Tomioka town in …

An empty shopping street is …

General view of Namie Town …

Weeds are seen on the tracks …

A games arcade destroyed by …

Houses destroyed by the 2011 …

An ostrich which had escaped …

Abandoned wheelchairs are …

A destroyed crossing bar on …

Empty street is seen in the …

sumber : http://id.berita.yahoo.com/foto/kota-kota-hantu-di-jepang-slideshow/empty-street-seen-abandoned-town-okuma-during-temporary-photo-081517542.html

Jazon Mraz – I Won’t Give Up

Standar

hmmmm … hmmmm … hmmmm … hmmm …

when i look into your eyes
it’s like watching the night sky
or a beautiful sunrise
there’s so much they hold
and just like them old stars
i see that you’ve come so far
to be right where you are
how old is your soul?

i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up

and when you’re needing your space
to do some navigating
i’ll be here patiently waiting
to see what you find

’cause even the stars they burn
some even fall to the earth
we’ve got a lot to learn
god knows we’re worth it
no, i won’t give up

i don’t wanna be someone who walks away so easily
i’m here to stay and make the difference that i can make
our differences they do a lot to teach us how to use
the tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
and in the end, you’re still my friend at least we did intend
for us to work we didn’t break, we didn’t burn
we had to learn how to bend without the world caving in
i had to learn what i’ve got, and what i’m not
and who i am

i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up
still looking up.

i won’t give up on us (no i’m not giving up)
god knows i’m tough enough (i am tough, i am loved)
we’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
god knows we’re worth it (and we’re worth it)

i won’t give up on us
even if the skies get rough
i’m giving you all my love
i’m still looking up

Sistem Penomoran

Standar

 

Sistem penomoran atau dikenai dengan istilah numbering system penting artinya untuk kesinambungan informasi, tujuan memberikan nomor pada dokumen rekam medis adalah mempermudah pencarian kembali dokumen rekam medis yang telah terisi sebagai informasi medis tentang pasien saat pasien datang kembali berobat di sarana pelayanan kesehatan yang sama. Ada 3 sistem pemberian nomor yaitu :

1)    Pemberian nomor cara seri (Serial Numbering System = SNS)

Sistem  penomoran  dimana  setiap  penderita  yang  berkunjung  di rumah sakit seialu mendapat nomor baru. Kelebihannya adalah petugas mudah mengerjakan. Kekurangannya adalah sulit dan membutuhkan waktu yang lama dalam   mencari   DRM,   informasi   pelayanan   klinis   menjadi   tidak berkesinambungan sehingga dapat merugikan pasien.

2)    Pemberian nomor cara unit ( Unit Numbering System = UNS )

Sistem penomoran ini memberikan satu nomor rekam medis pada pasien berobat jalan maupun rawat inap dan gawat darurat. Setiap pasien  yang  datang  berkunjung  mendapatkan  satu  nomor pada pasien pertama kali datang ke rumah sakit, dan digunakan selamanya untuk kunjungan berikutnya, sehingga DRM pasien hanya tersimpan di dalam satu berkas (folder) di bawah satu nomor. Kelebihannya adalah informasi klinis dapat berkesinambungan. Kekurangannya adalah pendaftaran pasien yang pernah berobat atau pasien lama akan lebih lama di banding cara SNS.

3)    Pemberian nomor cara serf unit (Serial Unit Numbering System = SUNS)

Suatu sistem pemberian nomor dengan menggabungkan sistem serf dan unit.Dimana setiap pasien datang berkunjung di rumah sakit diberikan nomor baru, tetapi dokumen rekam medis terdahulu digabungkan dan disimpan jadi satu dibawah nomor yang paling baru.

Apabila satu berkas rekam medis lama diambil lalu dipindahkan ke tempatnya ke nomor yang baru, ditempatnya yang lama tersebut harus diberi pada petunjuk (out guide) yang menunjukkan kemana rekam medis tersebut dipindahkan. Kelebihannya adalah pelayanan menjadi lebih cepat karena tidak memilah pasien baru atau lama karena semua pasien yang datang seolah – olah dianggap sebagai pasien baru. Kekurangannya adalah petugas menjadi lebih repot setelah selesai pelayanan, dan informasii klinis pada saat pelayanan dilakukan tidak berkesinambungan.

Sistem Penamaan

Standar

 

Nama merupakan identitas pribadi yang di berikan oleh orang tuanya pada saat lahir dan akan ia miliki sampai setelah meninggal dunia. Sistem pembesaran nama seseorang di suatu suku bangsa atau marga mempunyai cara dan ciri masing – masing. Sehingga nama itu dapat di panggil dan dapat membedakan antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu penulisan nama pasien di setiap formulir rekam medis sangat penting artinya agar tidak terjadi kesalahan dalam pelayanan karena dokumen rekam medis yang telah terisi data rekam medis pasien yang bersangkutan keliru dengan dokumen rekam medis pasien lain. Prinsip utama yang di taati oleh petugas pencatat adalah nama pasien harus lengkap, minimal terdiri 2 suku kata, dengan demikian nama pasien yang akan tercantum dalam rekam medis akan menjadi satu diantara kemungkinan ini :

1)    Nama pasien sendiri, apabila nama sudah terdiri dari suku kata atau lebih.

2)    Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama suami, apabila pasien seorang yang bersuami.

3)    Nama pasien sendiri dilengkapi dengan nama orang tua (biasanya nama ayah).

4)    Bagi pasien yang mempunyai keluarga, marga, maka keluarga atau marga didahulukan dan kemudian diikuti nama sendiri.

Dalam sistem penamaan rekam medis, diharapkan :

1)    Nama   ditulis   dengan   huruf   cetak   dan   mengikuti   ejaan   yang disempurnakan.

2)    Sebagai pelengkap, bagi pasien perempuan diakhiri nama lengkap ditambah Ny / Nn dengan statusnya

3)    Penentuan title selalu ditetakkan sesudah nama lengkap pasien.

4)    Perkataan tuan, saudara, bapak, tidak dicantumkan dalam penulisan nama pasien.

Sistem Penyimpanan Dokumen Rekam Medis

Standar

 

Penyimpanan dokumen rekam medis mempunyai arti penting sehubungan dengan riwayat penyakit seseorang dan kerahasiaan yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu cara penyimpanannya harus diatur sedemikian rupa sehingga terjaga kerahasiaannya dan memperoleh atau mencari kembali untuk disediakan guna pelayanan pasien yang pernah berobat. Di sarana pelayanan kesehatan yang bersangkutan untuk mempermudah pengambilan DRM yaitu dengan menata DRM berdasarkan nomor rekam medis dan ditempatkan pada blok – blok nomor tertentu untuk mempermudah pengambilannya menggunakan kartu petunjuk (tracer) yaitu secarik kertas tebal yang ditulisi nomor RM yang akan diambil tanggal pengambilan, Unit yang meminjam dan orang yang menggunakan.

 

Ada 2 sistem penyimpanan dalam penyelenggaraan RM yaitu :

1. Sentralisasi

Sistem penyimpanan dengan cara menyatukan formulir – formulir rekam medis milik pasien ke dalam satu kesatuan (folder). DRM rawat jalan, gawat darurat dan rawat inap milik seorang pasien menjadi satu dalam satu folder (map).

Kelebihan :

a)    Mengurangi terjadinya duplikasi dalam pemeliharaan dan penyimpanan rekam medis.

b)    Mengurangi jumlah biaya yang dipergunakan untuk peralatan dan ruangan.

c)    Tata kerja dan peraturan mengenai kegiatan pencatatan medis mudah distandarisasi

d)    Memungkinkan peningkatan efisiensi kerja petugas penyimpanan.

e)    Mudah menerapkan system unit record.

Kekurangan :

a)    Petugas menjadi lebih sibuk karena harus menangani URJ dan URI.

b)    Tempat penerimaan pasien harus bertugas selama 24 jam.

2. Desentralisasi

Suatu sistem penyimpanan DRM dengan cara memisahkan milik seorang pasien antara DRM rawat jalan, DRM gawat darurat dan DRM  rawat inap  pada folder tersendiri  atau  ruang  dan  tempat tersendiri. Biasanya DRM pasien rawat jalan disimpan di satu tempat penyimpanan atau poliklinik masing – masing, sedangkan RM pasien gawat darurat dan rawat inap disimpan di unit rekam medis.

Kelebihan :

a)    Efisiensi waktu, sehingga pasien mendapatkan pelayanan lebih cepat.

b)    Beban kerja yang dilaksanakan lebih ringan.

Kekurangan :

a)    Terjadinya duplikasi dalam pembuatan rekam medis.

b)    Biaya yang diperlukan untuk peralatan dan ruangan lebih banyak.

c)    Cara sentralisasi lebih baik daripada desentralisasi.